Gempuran Khadafy Tak Jungkalkan Oposisi


Pasukan Moammar Khadafy menggempur kota Bir al-Ghanam pada Sabtu (6/8/2011) untuk mengusir oposisi. Namun begitu, sebagaimana warta AP dan AFP pada Senin (8/8/2011), kelompok oposisi masih belum terjungkal dari situ. Padahal, pihak Khadafy menyangkal keberadaan oposisi tersebut pascaserangan. Kelompok oposisi, pada Senin pagi, terlihat merayakan penguasaan kota yang terletak sekitar 80 km selatan ibu kota lewat serangan yang bertujuan mengakhiri kebuntuan selama berbulan-bulan. Tetapi beberapa jam sebelumnya pemerintah mengatakan kota tersebut kembali direbut dan kehidupan kembali normal. Saat penyerangan, ratusan anggota oposisi dari Pegunungan Nafousa di barat turun ke arah kota-kota di dataran pantai. Keberhasilan militer di bagian barat sangat penting bagi kemungkinan oposisi untuk mengalahkan pemerintahan Khadafy, yang menghambat pergerakan oposisi dari Benghazi di timur. Ratusan orang tewas dan daerah larangan terbang internasional yang didukung PBB sudah diterapkan sejak kerusuhan menentang kekuasaan otoriter Gaddafi dimulai bulan Februari. Sebelumnya di Benghazi seorang juru bicara mengatakan pasukan oposisi bergerak mendekat Zawiya, kota yang dipandang sebagai batu loncatan bagi serangan terhadap Tripoli sendiri. Kolonel Ahmed Bani menambahkan pasukan oposisi di Misrata arah timur Tripoli juga mencatat kemajuan mencapai pinggiran Zlitan. Serangan ketiga dari arah barat dilaporkan baru-baru ini dimulai dari Brega. Meskipun demikian Perdana Menteri Libya Baghdadi Mahmudi mengatakan kepada para wartawan hari Minggu bahwa Bir al-Ghanam dikuasai penuh pemerintah. Dia juga menuduh pesawat NATO meningkatkan pengeboman Tripoli dan kota-kota lain Libia. Khadafy mengatakan NATO sudah tidak bisa membedakan tempat sipil dengan markas militer.

Komentar

Postingan Populer